Selasa, 03 November 2009

Jelang Edo 2 th (maap, nulisnya telat)


Ini tulisan yang ditulis oleh ibu Edo 10 hari sebelum Edo merayakan ultah ke-2 nya. Tapi baru diposting di blog sekarang karena terselip dan baru ditemukan. Maap ya Edo (gitu kata Ibu)....

Buat: Edward Parahita Candrakumara

Tak terasa, usia Edo kurang sebulan menginjak tahun kedua. Nakal, ndableg, mbetik-nya Edo tak mengurangi cintaku dan sayangku pada Edo. Kata papaku, memasuki usia dua tahun, anak memang banyak bereksplorasi. Jadi, biasa lah kalau Edo kadang susah dilarang, mau menangnya sendiri, aktivitasnya tinggi, dan cerewetnya minta ampun.

Sejak awal, Edo memang sudah menunjukkan gejala keaktifannya. Banyak gerak maupun ngoceh-ngoceh. Begitu sudah menginjak usia setahun, mulai deh terlihat jelas tingkahnya yang aktif. Begitu mampu melangkahkan kaki sendiri di usia ke-13 bulan, Edo hampir nggak mau digendong. Sukanya jalaaaaan terus. Capek? Jelas dong. Tapi, gimana lagi? Dulu, aku berharap Edo cepet bisa jalan. Begitu udah jalan, masa mau dilarang? (hehe...repot, ya?)

Setiap pagi, Edo bisa jadi ‘’jam weker’’ untuk semua orang di rumah. Bayangin, jam empat or jam lima pagi edo udah maksain semua orang rumah untuk meninggalkan kenyamanan ranjangnya. Edo minta diajak jalan-jalan pagi. Kadang, kalau bosan jalan-jalan, Edo minta dibonceng naik sepeda keliling kompleks. Ngantuk sih, tapi gimana lagi? Nggak ada pilihan. Ketimbang Edo nangis terus. Hehe...

Tak hanya itu aktivitas Edo. Edo suka niru apa yang dilakukan oleh orang-orang terdekatnya. Misalnya saja, membersihkan lantai pakai pel, sapu. Trus, setiap pagi, Edo juga doyan baca koran. Maklum, opanya kalau pagi hari setelah jalan-jalan bareng Edo, selalu menyempatkan diri membaca koran. Eh, Edo-nya juga ikut-ikutan. Padahal, kadang korannya terbalik. Hahaha...tapi kalau diingetin, nggak pernah mau. Ya udah, aku biarin aja Edo melakukan apa yang disuka. Toh, lama kelamaan Edo juga ngerti, kok.

Soal makan, aku sangat beruntung. Edo mau melahap makanan yang dimasak oleh mamaku. Makanan rumahan itu memang sangat disuka Edo. Menunya nggak terlalu aneh-aneh. Asal ada sayur, daging, telur, tempe, tahu, atau ikan, Edo doyan kok. Jadi, mama nggak terlalu bingung untuk makanan Edo. Tapi, yang hampir selalu ada untuk menu edo adalah nasi tim campur brokoli, wortel, tomat. Dagingnya bisa sapi atau ayam. Tak lupa, Edo juga pecinta buah, baik dibikin jus maupun langsung dimakan.

Sekitar dua bulan ini, edo hampir tiap pagi mengonsumsi telur ayam kampung rebus . Lahap banget kalau makan telur rebus itu. Jadi, sarapan pembuka Edo diawali dengan jus wortel/apel/tomat. Kemudian, telur rebus yang biasa dimakan bareng outmeal atau roti tawar. Beberapa jam kemudian, baru deh makan nasi tim yang lengkap dengan sayuran plus tahu/tempe dan daging.

Untuk susu, hanya selingan diberikan pada Edo. Paling banter, Edo menenggak susu formula tuh 4X200 ml/per hari plus ASI yang masih kuberikan hingga jelang usia dua tahun ini.
Aku juga cukup bersyukur Edo selalu sehat. Yah, orang tua mana sih yang mau anaknya sakit? Karena itu, aku berusaha sebisa mungkin menghindarkan Edo dari penyakit. Bahkan, sakit flu pun hampir tak pernah. Beberapa bulan lalu pernah sih sempet kena batuk. Tapi, sekitar tiga hari sudah sembuh.

Aktivitas Edo nggak cuma soal tingkah lakunya. Kebawelannya juga cukup memusingkan. Kosakatanya sudah cukup banyak. Setiap kali diajarkan kata-kata baru, dia langsung menyerapnya dengan baik. Cadel sih, cuma aku sangat paham apa yang dia maksud.
Angka 1-10 sudah cukup dikenalnya dengan baik. Dia pun bisa menyebutkan secara acak angka yang ditunjukkan padanya. Bahkan, ada beberapa angka yang dia sebut dalam bahasa Inggris, seperti five untuk lima, six untuk enam, dan ten untuk sepuluh. Namun untuk alphabet Edo masih belum begitu paham. Hanya beberapa huruf yang dia kenal, seperti A, B, C, (karena paling sering dilihat), W (karena pelat nomor mobil papaku berawal W), L, J, K (karena sering ngeliat pelat nopol mobilku).
Memasuki usia 1,5 tahun, Edo sudah bisa menyebutkan bagian tubuhnya. Mulai mata, hidung, telinga, pipi, mulut, gigi, tangan, kaki. Bahkan, kalau ada yang menanyakan, mana eye, nose, ear, mouth, hand, feet, Edo bisa menunjukkannya dengan benar.

Meski Edo memiliki banyak gambar, dia tetap ingin menggambar dengan spidol atau pensil. ’’Ibu, mau nulis,” katanya. Nulis artinya minta spidol atau pensil untuk menggambar. Begitu disodorkan alat tulis, dia minta kertas. Dia menggambar di kertas itu dan terkadang memintaku untuk menggambarkan bebek, mobil, pesawat, dan angka-angka. Haduuuh...aku kan nggak bisa menggambar. Akhirnya kugambar saja sebisaku. Tak cukup di kertas, Edo pun melihat peluang baru untuk menggambar apapun di tembok yang masih putih bersih. Hiyaaa...

Tak hanya hobi ’’menggambar’’. Edo juga hobi menyanyi. Ini yang baru bisa dilakukan Edo, kira-kira dua minggu lalu, Edo bisa menyanyi lagu Burung Kakaktua sendiri mulai awal sampai akhir. Tapi, kalau disuruh nyanyi Balonku, dia cuma nyanyi Balonku ada lima...eh, dilanjutkan dengan tekdung tekdung (pake nada lagu Burung Kakaktua). Trus, ada lagi lagu yang Edo suka, yaitu Ambilkan Bulan, Bu. Tapi, dianya cuma bisa kata-kata awalnya, Ambilkan bulan, bu...ambilkan bulan bu...nananaa...dengan nada gak jelas. Di lain waktu, Edo suka mendendangkan lagu-lagu yang aku sendiri nggak tahu asal muasal lagu itu (dengan kata lain ngawur).

Dalam kehidupan sehari-hari, tingkah laku Edo sering bikin orang lain gemas. Kalau ketemu dengan orang baru, Edo memang tak segan-segan menyapa, ’’Halooo...’’. Trus, kalau disuruh shakehand, dia pun langsung sigap memberikan tangannya untuk bersalaman dengan orang baru itu. Baju, sepatu, topi yang dikenakannya akan ditunjukkan pada orang baru itu dengan kata-kata baru atau bagus, biarpun barang-barang yang dipakainya itu sudah lawas atau pun udah jelek.
Pppfh...

Sebentar lagi Edo memasuki usia dua tahun. Apalagi keajaiban-keajaiban yang diberikan YANG KUASA pada Edo? Ah, aku begitu bersyukur pada-Nya diberi titipan yang begitu cerdas dan mengagumkan itu. Edo yang suka dipeluk, dicium, dan dimanja, bikin aku selalu kangen dia di setiap detik dan setiap nafasku.

Minggu, 18 Oktober 2009

Aktivitas di Hari Ulang Tahun

Halo sahabat Edo. Pada 11 Oktober lalu, Edo genap 2 tahun. Wah, iyalah, tentu Edo kian lucu. Tentu juga tubuh Edo meninggi dan membesar. Hehehe, selain itu, nah ini yang agak memalukan, menurut Ibu, ulah Edo semakin menjadi-jadi. Nakal? Hmmm ya agak begitu deh hehehe. Pokoknya, silakan dilihat foto-foto aktivitas Edo di hari ulang tahun. Edo bahagia sekali. Tentu juga hal yang sama dirasakan Bapak dan Ibu.


Mandi dulu. Meskipun mandi, Edo juga membawa buku yang tahan air. Edo senang baca buku itu. Ceritanya, di buku itu ada berbagai gambar kapal dan ikan. Sambil mandi, Edo bisa sambil menghitung jumlah ikan atau menyebut warna-warna kapal yang ada di gambar. Itan, bu iya. Ada satu, duya, tiga. (artinya, ikan bu ria. Ada satu, dua, tiga). Apangnya ijo. Ini apang eyah. (artinya, kapal hijau. Ini kapal merah), sembari menunjuk kapal warna hijau dan merah.

Nah, lho,pas lagi enak-enak membaca kok malah dipotret Bapak. So, kelakuan Edo yang asli jadi terekam deh. Malu ah.

Cikat gigi, bu iya. Ya, Edo sudah bisa sikat gigi lho. Biar gigi selalu sehat ya Edo.

Menjelang tengah hari, Edo, Bapak, Ibu, Oma, dan Opa pergi ke Panti Asuhan Don Bosco di Kota Surabaya, Jawa Timur. Opa-nya Edo dulu juga pernah tinggal di sana dan bersekolah di sana. Di hari ulang tahun, Edo memberi buku-buku tulis dan alat-alat tulis buat anak-anak Don Bosco. Semoga mereka dan tentu juga Edo giat belajar ketika sudah bersekolah. Oh ya, ini foto Edo di salah satu lorong panti asuhan di depan kamar-kamar untuk anak di bawah lima tahun. Mereka itu lucu-lucu banget. Edo senang sekaligus sedih karena mereka harus hidup tanpa orangtua. Edo jauh lebih beruntung masih punya Bapak dan Ibu.

Nah, malam hari, di rumah Oma dan Opa tempat Edo dan Ibu tinggal selama ini, diadakan doa malam. Sebelumnya, Edo, Bapak, Ibu, Oma, Opa, Bude, Pakde, dan Mbak Descha merayakan ulang tahun Edo secara sederhana di ruang tamu. Ibu dan Bapak membelikan Edo kue tart yang lezat. Nah, sayangnya, Edo belum terlalu mengerti gimana sih merayakan ulang tahun. Diminta tiup lilin, Edo malah menghindar. Diminta untuk potong kue, Edo malah ingin meremas tart yang enak banget itu hehehe. Tuh lihat, muka Edo agak belepotan kan. Kata Edo,"Buk ciimoot".

Nah, di foto ini, Edo berpose bersama Bapak, Ibu, dan Mbak Descha. Hehehe, di tangan Edo ada pisau plastik untuk potong tart yang bikin Edo belepotan. Hihihihi. So, menyenangkan deh di hari ulang tahun itu.

Sabtu, 26 September 2009

Libur Lebaran di Surabaya

Ibu libur cukup lama Lebaran tahun ini. Tapi, sayangnya, edo nggak pergi ke mana-mana. Hanya di Surabaya. Bapak juga nggak pulang ke Surabaya sih. Sedih? Nggak dong. Edo punya banyak acara, kok. Weee...gaya banget, yah.

Kring kring ada sepeda, sepedaku roda tiga...Ini dia sepeda baru Edo. Kata Edo, ''Cepeda hagus, buk." artinya, sepeda bagus, bu. Kalau ditanya, ini sepeda siapa? Dengan sigap, Edo pasti bilang, ''Cepeda Dodo."





Kalau ini, Edo lagi ngeliatin pakdhe main kembang api sama ibu. Edo suka banget ngeliatnya. Kata Edo, ''Kembang api, dooosss...kaget.'' kan kembang apinya ngeluarin bunyi dooosss.. dan bikin Edo kaget. Edo agak takut sih, tapi tetep mendekat ketika pakde nyalain kembang apinya.





Wah, Edo difoto sama opa tuh. Di mana sih? Ssst...jangan bilang-bilang yah. Itu di Jembatan Suramadu. Jembatan yang menghbungkan P Jawa dan Madura. Sebenernya sih, nggak boleh berhenti di situ. Tapi, oma sama ibu tuh yang pengen difoto dengan background tiang-tiang jembatannya. padahal, harus sembunyi-sembunyi dari intaian petugas.



Trus, Edo juga diajak ibu ke Giant Margorejo yang ada mainannya. Padahal, Edo milih ke Taman Remaja loh pas ditanya ibu, ''Edo mau ke Giant atau Taman Remaja?" edo jawab, "Taman Raja." Tapi, kok ibu tetep ajak ke Giant yah? Jawab ibu, ''Taman Remaja kejauhan, Edo. Besok aja yah kalau bapak pulang." hhhh...ibu ini...Tapi seneng banget kok Edo. Tuh ada mbak Descha juga. Kami naik perahu, trus sama ibu naik bom bom car, dan naik kereta







Wah, Edo juga ketemu sama dek Gladhys dan Mas Aksa pas ke rumah Mbak Deshca. Jadi deh kami main bareng.

Selasa, 22 September 2009

ke kebun binatang

Pada 7 September 2009, Edo diajak oma dan ibu ke kebun binatang surabaya. Beragam hewan dari seluruh dunia bisa Edo lihat di sana.

Hauuum...tuh yang di belakang Edo dan oma, terlihat harimau



Edo kok malah kiss ibu, sih? kan malu tuh dilihat gajah-gajah di belakang



Ibu..ada angulu (kangguru maksud Edo)





Wah, edo lagi asik ngeliat hewan-hewan dari kapal motor yang disediakan untuk pengunjung kebun binatang. ''onyet, bu, onyet bu...'' teriak edo ketika ngeliat monyet bergelantungan di pohon.



''mamam onta oma," kata edo ketika ngeliat onta lagi makan. (onta makan, Edo. Bukan makan onta)