Selasa, 20 Januari 2009

Bye Bye Bali

Duh, kelanjutan Bali 3-nya lama banget sih. Ini pasti gara-gara ibu dan bapak sibuk kerja deh. Tapi, untuk Bali 4, isinya singkat kat kat dijamin deh. Edo cuma mau cerita kepulangan Edo ke Surabaya.


Edo, bapak, ibu, opa, oma, pakde, dan mbak descha naik pesawat Lion. Jadwal berangkatnya sih pukul 13.00 Wita. Tapi, si singa udara itu mundur terbangnya sampai pukul 15.00 Wita. Haduuuh...kesel deh Edo. Abis, capek nunggu di bandara. Delay untuk pesawat sepertinya udah biasa, yah. Kapan ya, jadwal transportasi tepat waktu? Tanyain deh sama rumput yang bergoyang hehehehe.


Ini penerbangan Edo yang kedua. Yang pertama waktu Edo ke Kalimantan Timur usia 9 bulan. Jadi, Edo udah bisa beradaptasi selama di pesawat. Seperti yang lalu, biar kuping gak sakit karena perbedaan tekanan udara, ibu memberi Edo ASI sewaktu lepas landas dan beberapa saat di penerbangan.


Capek? Iya. Tapi, seneng banget bisa berlibur bareng keluarga ke Pulau Dewata. Kapan-kapan Edo mau lagi tuh ke Bali. Hehe...

Bye Bye Bali, C U next time

Rabu, 07 Januari 2009

Belanja di Kresna dan Joger (Bali3)

Liburan di Bali akhir Desember 2008 lalu seru banget deh. Selain belanja di Pasar Sukowati, Edo juga diajak oma, opa, pakde, mbak desca, ibu, dan bapak belanja di pusat oleh-oleh Kresna dan Joger.

Di Kresna, ada kaos oblong, daster, baju pantai, kain pantai, yang nuansa Bali. Ada juga topeng, patung, ukir-ukiran, tas anyaman, lukisan, makanan dan minuman khas Bali yaitu kacang Rahayu, arak dan brem Bali yang disukai bapak hehehehe. Belanja di sana nyenengin banget deh. Edo sih sukanya ngerusuhin ibu atau bapak yang sok sibuk milih ini itu. Edo suka banget waktu dibolehin megang mainan yang bunyinya cetok cetok cetok. Di Kresna, tempatnya luas, nggak begitu disesaki pengunjung, barang-baranganya bagus, dan harganya antiditawar enggak seperti di Pasar Sukowati.


Ini dia baju bagas bergambar barong yang dibeliin ibu untuk Edo. Baju ini langsung Edo pakai waktu main di Pantai Nusa Dua. Basah dan berpasir deh. Asyikkkk. Edo juga dibeliin beberapa stel baju bagas oleh ibu di Pasar Sukowati lho. Mau? Beli sendiri ya, hehehehe...


Nah, suasana belanja di Kresna beda banget dengan di Joger di Jalan Kuta. Joger, emang sih, nawarin barang yang beda dengan pusat oleh-oleh lainnya. Joger udah terlanjur kondang atau punya 'nama' di kalangan turis. Jadi, kalau ke Bali, kata banyak orang sih, belum ke Joger, rasanya ada yang kurang. Nggak heran deh kalau ibu punya selusin koleksi baju Joger. Abis, setiap ke Bali, ibu selalu nyempetin belanja ke Joger. Bapak saja beli empat biji kaos Joger. Lha Edo? Idih, cuma dibeliin satu.
Kekhasan baju-baju Joger terletak di kalimat-kalimat yang disablon terutama di kaosnya. Yah, plesetan gitu deh. Misalnya fish to fish itu dari face to face. Ada yang lucu dan agak parno deh misalnya sinar matahari bali bisa mengubah pabrik susu putih menjadi pabrik susu cokelat. Artinya apa? hehehe, tanya dan lihat sendiri deh di Kuta. Pernak-pernik lain misalnya dompet, gelas, kaleng, tas yang bau-bau Joger juga diminati banyak orang. Emmm, ada suasana berbeda sih saat belanja di sana. Sebelum masuk ke toko, kita diberi stiker yang tulisannya VIP atau veri iseng person. Tempat belanja diatur unik seperti ada ruang khusus kaos, kerajinan, dan untuk 'rakyat kecil' alias untuk anak-anak.
Sayangnya, Edo nggak sempat ikut ke Joger. Cuma bapak dan ibu yang pergi ke sana. Kata ibu, tempatnya sesak pengunjung. Saat milih barang ibarat perjuangan berat, kayak perang kemerdekaan hehehehe. Untuk bayar alias ngasih duit ke Joger saja kudu antre minimal 30 menit. Gila yaaa...Tapi, bagaimana pun juga, Bali is beautiful (gitu kata Joger). Emang siapa sih Joger? Mau tahu? Datang dong ke sana

Tari Kecak dalam Mimpi (Bali2)

Wah, Pulau Dewata ternyata indah yah...
Oh ya, sepulang dari Dreamland Beach, Edo diajakin ke Garuda Wisnu Kencana. Di sana, ada pertunjukan kesenian khas Bali. Ada tari kecak, tari barong dance, serta patung Garuda dan Dewa Wisnu. Jangan tanya di mana Edo ya, lensa kamera bapak lagi nggak bidik ke Edo.


Sayangnya, pas pertunjukan dimulai, Edo malah ngorok. Di mana? Ya pokoknya ada deh di antara ratusan penonton waktu itu. Mungkin gara-gara udara yang lumayan sejuk, ya dan saat itu udah menunjukkan pukul 18.00 Wita. Kalau di Surabaya kan udah pukul 19.00 WIB. Waktunya Edo bobok tuh...zzzzzzzzzzzzzzz


Oma, bude, pakde, mbak desca, bapak, dan ibu asik difoto sama opa di depan patung Dewa Wisnu dan Garuda. Edo? Malah asyik mimpi zzzzzzzzzzzzzz. Lihat deh sosok berjaket putih biru yang sedang digendong tetapi enggak kelihatan mukanya, itu tuh Edo hehehehe...zzzzzzzzz

Sabtu, 03 Januari 2009

Bali1

Hai...
Setelah agak sembuh, Edo berangkat berlibur ke Bali. Asyiknya, ini perjalanan panjang ketiga Edo ke luar Surabaya. Yang pertama ke Kalimantan Timur. Yang kedua ke Yogyakarta. Nah, yang ketiga ke Bali. Edo pergi bareng ibu, bapak, oma, dan opa. Eyang putri dan eyang kakung (mama dan papa dari bapaknya Edo) enggak bisa ikut sebab mempersiapkan 1.000 hari Mbah Buyut dari Edo di Bantul, Jogja. Nah, ini dia nih beberapa foto Edo di Bali. Edo ke Bali tanggal 26-30 Desember 2008.


Mejeng di Dreamland Beach, 27 Desember 2008. Yakkk, kami udah berpose, opa motret, klik jepret, jadi deh gaya mejengnya


Habis dari pantai, Edo diajak ke Garuda Wisnu Kencana. Di gerbang masuk Dreamland, Edo masih sempat pasang aksi sama bapak dan ibu. Ihh, bagus deh patung-patung di belakangnya Edo. Sunset pula.


Besoknya, 28 Desember 2008, Edo main ke Pantai Nusa Dua. Wah, indah banget deh. Pasirnya putih, airnya jernih, jadi gak tahan deh pengen main-main. Duh, betapa senangnya Edo. Byur-byur-byur, basah dehhhhhhh. Opa ternyata khawatir Edo bakal sakit lagi. Ah biarin saja, yang penting Edo senang dan nyatanya, Edo, baik-baik aja kok, opa.


Seru, kan...


Nggak lengkap rasanya ke Bali kalau nggak belanja di Pasar Seni Sukawati. Jadi deh diajak keluarga ke pasar, 29 Desember 2008. Nah, ini dia nih, katanya sih di Pasar Sukawati ngejual bermacam-macam dagangan dengan harga miring. Yah, lumayan, Edo dibeliin ibu tiga stel baju bagas yang gambarnya muka barong. Hiiiiiii.... Nah, sebelum pulang, foto dulu dong.

Sakit di Malam Natal

Hello...
Bapak dan ibu agak sibuk di akhir 2008. Sampai-sampai, mereka nggak sempat update blog-nya Edo. Bapak dan ibu memang niat nyelesain tugas-tugas sampai 20 Desember karena mereka akan cuti Natal dan tahun baru. Hmmm...cukup lama deh. Asyiiik...berarti Edo ditemeni bapak dan ibu sekitar seminggu. Hmmm...Edo pikir ketika bersama bapak ibu bisa ke gereja bareng, main ke rumah Karah, atau jalan-jalan ke kebun binatang. Tapi, ternyata rencana tinggal rencana.



Oooooo, aku sakit deh.

Sehari sebelum Natal, tiba-tiba badan Edo panas. Ihh sampai 39 derajat Celcius. Bapak dan ibu panik. Abis, Edo kan selama ini nggak pernah sakit. Akhirnya, waktu opa, oma, eyang uti dan eyang kakung ke gereja merayakan malam Natal, bapak dan ibu membawa Edo ke dokter. Walah, ternyata, dokternya tutup. Wuaaah....ibu tambah panik aja. Apalagi, Edo rewel terus.



Yaaah, kalau sakit obatnya harus makan ya

Ibu bingung mengenai penyebab panasnya badan Edo. Sehari sebelumnya, Edo memang imunisasi HIB. Tapi, kata pakde, imunisasi HIB nggak bikin badan panas. Atau mungkin gigi Edo yang mau tumbuh. Tapi, selama ini, kalau gigi Edo tumbuh, nggak pernah panas tuh. Edo pun diberi obat penurun panas dan ibu terus-terusan memberi ASI, karena Edo memang saat itu nggak mau dikasih susu formula. Edo maunya minum ASI.



Hehehe, tetapi aku cepat sembuh kok

Keesokan hari, sekitar pukul 07.00 WIB, suhu badan Edo masih 38 derajat Celsius. Ibu masih terus memberi ASI. Tapi, dua jam kemudian, badan Edo mulai berkeringat. Suhu tubuhku pun jadi normal. Edo juga sudah mau tertawa dan jalan-jalan.

Bapak dan ibu jadi sangat lega. Apalagi, opa, oma, eyang uti, dan eyang kakung yang ngeliat Edo kembali ceria begitu senang.

Duh, Edo bikin panik orang satu rumah, yah...hehe...maapin Edo ya.