
Nggak mau sekolah....huhuhu huhuhu....
Itu dulu. Sekarang, Edo doyan banget sekolah. Edo memang sempat bersitegang dengan bapak, ibu, opa, dan oma soal sekolah.
Kalau diajak ke sekolah, Edo selalu ketakutan dan menangis. Bahkan, ketika trial di PG St Yusup, pada Desember 2010, ibu harus menunggu Edo selama seminggu karena Edo nggak mau ditinggal.
Parahnya lagi, Edo nggak mau main sama teman-teman sebayanya.
Tapi hal itu berubah ketika Februari kemarin, Edo dan mbak Desca ikut trial di Bimba selama tiga hari. Bimba adalah semacam PAUD yang mengajarkan membaca, berhitung, dan menulis. Letaknya masih satu kompleks dengan rumah opa oma.
Di luar dugaan, setelah ikut trial, Edo mau masuk ke kelas dan belajar di dalam kelas. PAdahal, mbak Desca nggak ikutan masuk loh.
Memasuki bulan April, Edo malah mau sekolah tanpa ditungguin ibu. Hebat ya Edo....
Nggak jarang juga Edo diajak ibu ke sekolah naik sepeda.
Serunya lagi, Edo udah mau bermain bersama teman-teman sebayanya.
Edo jadi makin pintar dong?
Jelas. Edo sekarang sudah bisa mengeja kata-kata sederhana. Misalnya be u ka a, buka; pe i es a ng, pisang; em o be i el, mobil. Hehe....karena getolnya baca, sampai-sampai kalau di jalan, semua tulisan dibacanya.
Ada kejadian lucu. Ketika itu ibu bercakap-cakap dengan seorang guru Edo. Beliau bilang kalau Edo tadi nyerobot Farel, temannya. Kata bu guru, Farel waktu itu disuruh baca sebuah kata. Tapi malah Edo yang jawab karena Farel kelamaan jawabnya. Hehe...wah wah Edo ini.
Bu guru di Bimba memang perhatian banget sama murid-muridnya. Mereka juga telaten saat mengajar. Murid pun jadi senang.
Oia, Edo kan sekolahnya cuma Senin, Selasa, dan Rabu. Sepertinya Edo ngerasa kurang. Edo sering sekali ngajak ibu berangkat sekolah meski di luar jadwalnya. Edo jadi keasyikkan sekolah nih. hehe
0 komentar:
Poskan Komentar
silakan dikomentari