Jumat, 22 Juli 2011

Edo (berani) Sekolah

Edo sekarang sudah berstatus sebagai siswa TK St Yusup. Tepat pada 11 Juli lalu, Edo mulai masuk sekolah.
Tapi sayangnya, Edo masih belum mau ditinggal sama ibu. Ibu harus menunggu di dalam kelas. Haduh, ibu sempat stres. Sampai ibu sakit flu berat di awal tahun ajaran baru ini.
Edo masuk sekolah pukul 07.00. Jadi, sebelumnya harus sudah siap-siap. Akhirnya, ibu dibantu opa dan oma membereskan pekerjaan rumah tangga saat pagi. Ada yang mandiin Mita, mandiin Edo, nyiapin baju-baju, nyiapin sarapan, nyiapin bekal. Pokoknya, kalau pagi, sangat ribet.
Sudah ribet, Edo masih nggak mau ditinggal pergi dari kelas.

Akhirnya, di hari ketiga sekolah, ibu disuruh keluar oleh bu guru Eri. Edo menangis sejadi-jadinya. Pakai acara mukul-mukul pintu pula, nendang-nendang tembok. Haduh, ibu jadi nggak tega ngeliatnya. Tapi bu guru Eri meyakinkan ibu bahwa Edo baik-baik saja.
Ketika pulang, Edo dengan bangga mengatakan bahwa dia pintar karena nggak nangis waktu ditinggal ibu pada oma dan opanya. Hehe...

Keesokan harinya, sama. Ibu disuruh keluar sama bu guru Eri. Masih juga nangis. Tapi, lagi-lagi, ibu harus merelakan Edo untuk nangis di kelas. Tapi ketika pulang, Edo dengan ceria mengatakan dirinya pandai karena berani masuk kelas sendirian tanpa ibu.

Sepulang dari St Yusup, Edo masih melanjutkan ke Bimba. Edo suka sekali belajar di Bimba. Di Bimba Edo belajar membaca, menulis, dan berhitung.

Edo hebat! Pada pekan kedua, Edo nyaris tanpa menangis. Edo sudah berani masuk kelas dan bergaul dengan teman-temannya. Bahkan, ibu kini tak perlu menunggu di sekolah lagi. Ibu bisa pulang dan mengerjakan pekerjaan rumah yang belum kelar.

Yah, semua memang butuh proses. Biarlah Edo berproses sendiri dengan dunianya. Itulah Edo yang unik.

0 komentar:

Poskan Komentar

silakan dikomentari