Kalau ke Lawang, kan Edo sudah sering cerita tuh. Tapi kalau ke Blitar, ini pengalaman pertama. Dari Lawang, kami lewat Malang untuk ke Blitar. Waktu tempuhnya sekitar empat jam. Selain jauh, kondisi jalan juga agak padat karena bersamaan dengan mudik.
Setiba di Blitar, sekitar pukul 19.00, kami bermalam di rumah Eyang kung, saudara dari opa. Keesokan paginya, kami jalan-jalan keliling Kota Blitar. Wah, ternyata banyak tempat-tempat bersejarah di sana. Ada makam Bung Karno, Presiden RI pertama.
Selain itu, kami ke candi Penataran. Bangunan terdiri atas beberapa gugusan sehingga lebih tepat kalau disebut kompleks percandian. Lokasi bangunan terletak di lereng barat daya Gunung Kelud pada ketinggian 450 meter di atas permukaan air laut, di suatu desa yang juga bernama Panataran, kecamatan Nglegok, Blitar. Untuk sampai di lokasi percandian dapat di tempuh dari pusat kota Blitar ke arah utara yaitu kejurusan Makam Proklamator Bung Karno. Jarak dari kota sampai lokasi diperkirakan 12 km.
Sepulang dari Candi Penataran, kami ke pusat Kota Blitar untuk mencari jajanan khas Blitar, yaitu
Edo juga bawa oleh-oleh berupa foto-foto selama di Blitar loh.
0 komentar:
Poskan Komentar
silakan dikomentari